 | Category: | Books | | Genre: | Cooking, Food & Wine | | Author: | Budi Sutomo, S.Pd & Dr. Gatot Ibrahim |
Ternyata respon pembaca terhadap buku 109 Jus Untuk Terapi sangat bagus, bahkan buku ini akan cetak ulang dalam waktu dekat. Berikut resensinya.
PEMESANAN: Unit Layanan Jual Gedung Gramedia Majalah unit 1 lantai 2 Jl. Panjang no 8A. Kebon jeruk. Jakarta. 11530 Telepon. 021-5306263-faks; 021-5306144 e-mail: ulj@gramedia-majalah.com
HARGA: Rp. 50.000
JUMLAH HALAMAN: 112 Halaman
PENERBIT: Primamedia Pustaka (Gramedia Group)
PENJUALAN: Semua toko buku besar dan jaringan toko buku Gramedia
Gaya hidup back to nature sedang menjadi tren di masyarakat yang sadar pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Seperti dalam ungkapan bijak “You are what you eat,” atau kesehatan tercermin dari apa yang Anda makan. Jika pola makan buruk, beragam penyakitpun akan bermunculan, sedangkan pola makan yang baik akan menjadikan tubuh bugar dan sehat. Ada hubungan sejajar antara pola perilaku makan dan kesehatan.
Tuntutan jaman yang serba cepat, kesibukan bekerja menjadikan sebagian masarakat kita lebih memnyukai pola makan serba instan. Seringnya mengkonsumsi makanan instan ini berdampak negatif terhadap kesehatan. Ini di sebabkan karena makanan instan kebanyakan mengandung pengawet, pewarna, pemberi rasa, tinggi lemak, tinggi protein, banyak gula, garam namun rendah serat. Pola makan ini menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti tekenen darah tinggi, diabetes mellitus, jantung koroner, stroke, obesitas hingga kanker. Agar terhindar dari berbagai penyakit tersebut, hendaklah kita menghindari pola makan tidak sehat. Perbanyak mengkonsumsi buah dan sayuran sebagai sumber vitamin, mineral esensial, serta nutrisi mikro yang penting bagi kesehatan tubuh. Buah dan sayuran juga mampu mendetoksifikasi tubuh dari beragam zat karsinogen penyebab kanker.
Buah dan sayur juga mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan ini mampu mengubah sel-sel tubuh menjadi pengaman untuk melawan radikal bebas penyebab berbagai penyakit. Sejatinya, radikal bebas yang tidak terkontrol bisa menyebabkan kerusakan sel-sel. Disinilah antioksidan dalam buah dan sayuran mengambil peranan, seperti mencegah berkembangnya radikal bebas di dalam tubuh sekaligus memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.
Masalahnya, sebagian besar makanan sumber antioksidan sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah, agar tetap efektif manfaatnya. Mengonsumsi makanan mentah/segar dalam bentuk jus bisa menjadi solusi. Jus menjadikan buah dan sayuran lebih mudah dicerna dan meningkatkan citarasa sehingga lebih mudah diterima.
Pendekatan food based dengan cara terapi jus adalah cara terbaik untuk memperoleh berbagai antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh dalam melawan berbagai penyakit. Vitamin, mineral, fitonutrien dan enzim dalam jus, dibutuhkan untuk merawat organ-organ tubuh, jaringan yang melemah, memperbaiki sistem kekebalan, meingkatkan daya tahan serta menjaga seluruh fungsi vital tubuh.
Disamping itu, jus juga merupakan metode cepat untuk memperoleh makanan yang mudah dicerna dan diasimilasi secara mudah dan cepat. Makanan tersebut akan masuk ke dalam sistem darah dan kelenjar tubuh, memberi makanan sel serta mempertahankan dan menjaga kesehatan hanya beberpa saat setelah jus diminum.
Contoh konkretnya bisa dilihat pada jus buah dan jus sayuran. Jus buah memasok lebih banyak vitamin sementara jus sayuran cenderung memasok lebih banyak mineral. Meskipun secara umum masing-masing mengandung keduanya. Vitamin dan mineral, merupakan elemen penting yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan. Dengan pasokan kontinyu dari jus buah dan sayuran, dipastikan kesehatan dan kebugaran tubuh akan tetap terjaga. Sehingga secara umum, jus dapat membantu memperbaiki kualitas kesehatan kita.
Di dalam buku ini mengulas secara mendalam tentang;
1. Cara kerja terapi jus 2. Kandungan gizi buah dan sayuran 3. Khasiat buah dan sayuran untuk kesehatan 4. Herbal sebagai pelengkap terapi jus 5. Proses pembuatan jus 6. Tip jus yang enak dan menyehatkan 7. Jus untuk mengendalikan diabetes 8. Jus untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi 9. Jus untuk mengontrol hipertensi 10. Jus untuk mengatasi ganguan pra menstruasi 11. Jus untuk mengatasi keputihan 12. Jus untuk membantu mengatasi asma dan alergi 13. Jus untuk meredakan asam urat 14. Jus untuk mengatasi sembelit dan wasir 15. Jus mencegah kanker 16. Jus untuk mencegah osteoporosis 17. Jus untuk peremajaan kulit dan awet muda 18. Jus untuk mengatasi anemia 19. Jus untuk mengatasi migren dan sakit kepala 20. Jus untuk mengobati diare 21. Jus untuk mencegah stroke 22. Jus untuk demam berdarah dan flu burung 23. Jus untuk meningkatkan stamina dan gairah seksual 24. Jus untuk kesehatan mata 25. Jus untuk mencegah penyakit jantung 26. Jus untuk mencegah obesitas
 Sinetron Indonesia memang semakin aneh dan tanpa konsep yang jelas. Pernah salah satu sinerton yang ceritanya jaman kerajaan. Eh, terlihat dengan jelas jemuran pakaian dari tali plastik, mana ada jaman itu paprik plastik tali rafia? Satu lagi, melihat sekilas sinetron remaja yang tayang di tv swasta, salah satu dialognya begini "Singkong rebus dan keju, rasanya sepet-sepet gimana gitu..." alah..., mana ada neng singkong rebus dan keju rasanya jadi sepet, yang ada mah gurih, legit atau lezat kali!. Bagaimana kalau anak kecil yang nonton, mereka pasti taunya rasa singkong keju pasti sepet. Salak mentah kali sepet, ha...ha...ha....bener-bener sinetron yang aneh! Lucu saja liat program iklan selamatkan bumi dan menanam sejuta pohon yang gencar diopromosikan TV. Salah satu iklan yang sering muncul adalah iklan satu bumi, digambarkan Ibu Ani SBY menggalakkan program selamatkan bumi dengan menanam sejuta pohon dll. Uniknya, diiklan tersebut ibu Ani SBY berdiri di depan dinding (gepyok) yang terbuat dari ukiran kayu 'ala Jepara'. Dinding yang diukir terlihat besar, artistik dan mewah.
Melihat iklan ini, yang terlintas di benak saya justru, ribuan pohon sudah ditebangi hanya untuk membuat ukiran dinding dari kayu. Untuk membuat dinding ukir kayu ala jepara diperlukan kayu yang besar dan berusia puluhan tahun. Saya kurang yakin kalau ukiran kayu dibuat dari kayu perkebunan industri karena kualitas kayunya kurang bagus. Salah satu cara menyelamatkan bumbu adalah cegah penebangan pohon, yang salah satunya digunakan untuk membuat dinding dari ukiran kayu.
Mungkin ibu Ani SBY lebih tepat berdiri dengan latar belakang hutan atau sawah. Atau pemandangan lahan tandus saja sebagai cermin efek pemanasan glogal. Gara-gara dinding kayu ala jepara, program sangat bagus yang disampaikan menjadi terganggu. Maaf...  Merokok semenjak SMP hingga sekarang. Tau banget akibatnya bagi kesehatan, dari kanker hingga impoten kan? Boros juga, karena lebih dari 300 ribu sebulan terbuang percuma untuk ‘paku kematian’ ini. Asli gue benci dengan benda yang satu ini! Tapi maaf…, aku belum bisa berhenti untuk terus menghisapnya…
 Asli kebijakan pengelola mall atau tempat wisata atau fasilitas umum pemerintah seperti terminal harus berpikir ulang kebiasaan "malak" orang kencing. Gemana ga gondok, kencing di sebuah toilet mal cukup berkelas kenapa musti bayar? bukankah kita ke mall mau belanja yang meberikan keuntungan bagi mall? masa fasilitas toilet untuk kencing saja harus bayar? bukan nilai uangnya, tapi malez bener, mana tangan basah karena ngga ada tisue, harus ngaduk-aduk dompet mencari uang receh. Bener-bener pelayanan mall yang engga banget!
Kebiasaan 'malak' orang kencing ini juga berlaku hampir distasiun, terminal, bandara. Padahal kita masuk stasiun saja sudah harus bayar peron, masa fasilitas pelayanan toilet saja harus bayar?!, menyebalkan!
Tempat wisata juga sama, sebuah tempat rekreasi di Jakarta, yang tiket masuknya sudah lumayan mahal, kita cuma numpang kencing saja harus bayar lagi. Gemana pariwisata mau maju kalau pelayanannya kaya gini? Budaya buang sampah sembarangan rasanya sudah mendarah daging bagi sebagian masarakat kita. Liat saja ngga di jalan, di sungai, di depan rumah, di angkutan dan di mana-mana, selalu ada sampah. Negara penduduknya mayoritas muslim ko gini ya budayanya? Bukankah kita diajari dari kecil kalau kebersihan sebagian dari iman? Jangan-jangan orang Amerika lebih 'beriman' karena lebih bisa menjaga kebersihan. "Buang sampah pada tempatnya! Itu saja solusinya ko susah bener ya?" Bukannya ngga sayang sama pedagang kaki lima, tapi jujur saja saya suka nga rela kalau jalanan dijadikan tempat jualan. Berdagang memang hak mereka mencari rizki tapi pejalan kaki juga punya hak menggunakan trotoar. Orang yang baru datang ke Indonesia atau baru pulang dari luar negeri pasti selalu merasakan suasana berbeda di jalan raya kita. Saya sendiri suka heran, kenapa ya orang kita suka banget membunyikan suara klakson mobil? Suaranya memekakkan telinga menambah beban stres karena macetnya jalan. Sudah tau jalanan macet, tentu mobil ngga bergerak, kenapa ngga sabar saja, ngga usah TATtt>>>TETttt>>>TOTttt>>>>>. Di negara Lain perasaan ngga ada d', bunyi klakson, paling ditekan saat kepepet banget mau nabrak orang misalnya. Kenapa ya orang kita pada ngga sabaran?
Acungan dua jempol buat kebijakan Sutiyoso dengan proyek Buswaynya. Pembangunan busway bikin tambah macet Jakarta. Memang bener, kerugian akibat pemborosan BBM, waktu, stres dll. Tetapi tunggu dulu, saya pribadi 100% setuju dengan bus way. Rasanya saya lebih manusiawi naik busway daripada bus kota. Selain lebih cepat, lebih adem, ruang tunggunya juga relatif lebih aman.
Banyak orang mendemo kebijakan ini, aku bilang sih maju terus. Kalau bisa seluruh pelosok Jakarta dibuat rute busway. Biarin saja didemo, paling cuma warga Pondok Indah yang pada punya mobil semua, tentu mereka menganggap busway ngga penting karena mereka memiliki kendaraan pribadi, tetapi warga sekitar atau mungkin pembantu mereka? tentu busway sangat bermanfaat. "Tapi kan macet?" Ngga mau macet? ya naik angkutan masal seperti busway dong jangan semua pinginya naik mobil pribadi. Ngga ada pilingan lain selain bangun terus angkutan publik masal disetiap sudut kota Jakarta kalau kita ngga mau macet.
| |